Kualitas Udara Indonesia Terburuk di Asia Tenggara
andalasairqualitymodel.com – Polusi udara terus menjadi persoalan lingkungan terbesar yang berisiko terhadap kesehatan yang belum terselesaikan hingga saat ini. Polusi udara berdampak pada kesehatan masyarakat, karena kualitas udara saat ini jauh dari ambang batas aman ketentuan WHO.
Standar pedoman tahunan particulate matter (PM) 2,5 sebesar 5 mikrogram per meter kubik (µgram/m3), sedangkan batas harian pada titik 15 µgram/m3 yang telah ditetapkan oleh WHO. Kedua pedoman ini menggambarkan risiko paparan polusi udara, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
PM2.5 adalah polusi partikel halus atau polutan berbahaya yang diketahui dapat melemahkan resistensi terhadap penyakit pernapasan dan dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru serta penyakit jantung. Kelompok yang terus-menerus terekspos dengan udara buruk rentan mengalami gangguan kesehatan, mulai dari mengidap penyakit asma, kanker, paru-paru, jantung, hingga mengalami kematian.
Hasil pencatatan IQAir tahun 2022 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama dengan kualitas udara terburuk di Asia Tenggara, dengan rata-rata konsentrasi harian sebesar 30,4 µgram/m3. Angka itu enam kali lipat lebih tinggi dari standar ideal WHO. Peringkat kedua ditempati oleh Laos dengan konsentrasi kualitas udara sebesar 27,6 µgram/m3, diikuti oleh Vietnam (27,2 µgram/m3), Myanmar (24,3 µgram/m3), Thailand (18,1 µgram/m3), Malaysia (17,7 µgram/m3), Filipina (14,9 µgram/m3), Singapura (13,3 µgram/m3), dan Kamboja (8,3 µgram/m3).
Tingkat pencemaran udara di Indonesia telah menurun sebesar 21,3 µgram/m3 dibandingkan dengan tahun 2019. Meski ada perbaikan dalam konsentrasi kualitas udara, Indonesia masih menduduki posisi sebagai negara dengan kualitas udara terburuk di Asia Tenggara. Kamboja menjadi negara dengan kualitas udara terbaik di kawasan Asia Tenggara, dengan tingkat konsentrasi 8,3 µgram/m3 per hari. Angka tersebut tidak terlalu jauh melampaui standar yang telah ditetapkan oleh WHO.
Secara keseluruhan, kualitas udara di negara-negara Asia Tenggara mengalami perbaikan karena konsentrasinya menurun dibandingkan tahun 2021 di lansir dari link https://adijogja.com/. Terdapat tujuh negara yang mengalami penurunan konsentrasi kualitas udara mulai dari 0,5 hingga 11,5 µgram/m3, yakni Singapura, Filipina, Myanmar, Thailand, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Kamboja. Sedangkan Vietnam dan Laos menjadi negara dengan kualitas udara memburuk karena mengalami kenaikan konsentrasi polutannya.